} -->

Sunday, April 27, 2014

for you, sahabat...


Sahabat,
Sungguh bersyukur aku dikurniakan sahabat sedemikian rupa,
Jatuhnya aku, sakitnya aku, lalainya aku,
Allah kurniakan engkau untuk bantu aku bangkit semula.

Jalan menuju redhaNya tak mudah,
Jalan menuju mardhatillahNya takku duga,
Jalan menuju arah yang benar penuh dengan onak durinya,
Adanya kau sebagai pembantu,
Adanya kau sebagai penguat semangat,
Adanya kau menasihati aku pada setiap buruk lakuku,
Aku hargai,
Sangat...

Perginya kau,
Aku tak dapat tangisi,
Aku selalu kata pada diri -


“Jika kau menangis dekat perkara sekecil ini, adakah engkau juga menangis bila rindunya sama
Ya Rasulullah? Menangis bila lupa pada Sang Pencipta? Menangis bila terkenangkan
dosa-dosa kau? Menangis bila laghanya engkau dengan hal duniawi?”


Aku cuba kuatkan hati,
Kata-kata semangat yang pernah dikau bagi,
Akan menjadi tatapan bila perlu In Shaa Allah,
Moga Allah berkati ukhuwah ini,
Sekali lagi maaf tak mampu nak mengalirkan air mata,
Tapi mungkin  benteng tu tak mampu ditahan lagi,
Mungkin akan melimpah jua,

Suatu hari nanti...

1 comment:

  1. yup shabat la yg paling penting :)
    done follow u :)
    http://thedyans110.blogspot.com/2014/05/dalam-kenangan-kolej-matrikulasi-perlis.html

    ReplyDelete

Mind your words. Thank you.